Resensi Novel Zero Class

| Thursday, November 13, 2014
Resensi Novel Zero Class
Penulis             : Pricillia A. W.
Penerbit           : Gramedia Pustaka Utama
Tahun              : 2012
Tebal               : 272 halaman

Pricillia Anastasia Warokka adalah seorang pinky maniac dan memiliki dua ekor anjing. Zero Class adalah novel kedua penulis. Novel dengan tebal 272 halaman ini dibuat untuk mengenang masa SMA saat bersama sahabat-sahabatnya. Penulis juga menggunakan nama teman-temannya sebagai nama tokoh dalam novel ini.

Alur yang digunakan yaitu alur campuran, namun dominan menggunakan alur maju. Walaupun demikian, cerita pada novel ini menarik dengan menyisipkan misteri-misteri yang terungkap sedikit demi sedikit. Penulis menyajikan ceritanya seperti mengupas sebuah jeruk secara perlahan. Di dalam novel ini, penulis menggambarkan beberapa konflik yang belum diketahui asal usul terjadinya konflik tersebut.

Cara pengarang menggambarkan tokoh-tokoh dalam cerita ini terbilang unik. Tokoh Raditya Widiantoro (Radit) digambarkan sebagai orang yang cuek, selalu menggunakan headphone besar berwarna merah metalik tetapi ternyata dia memiliki otak yang cerdas. Tokoh Nagita Valda (Gita) digambarkan sebagai orang yang menyukai warna pink dan anjing, berjiwa detektif, dan tidak mau berdiam diri menerima suatu diskriminasi. Tetapi penulis terlalu banyak memunculkan nama-nama tokoh yang membuat para pembaca sedikit bingung.

Gaya bahasa yang digunakan penulis yaitu bahasa pergaulan sehari-hari yang mudah dipahami. Ada beberapa dialog dalam salah satu tokoh yang menggunakan bahasa Inggris. Di dalam novel ini, penulis juga menggunakan kata-kata yang kita tebak sendiri maknanya agar menimbulkan kesan misteri.

Amanat dalam novel ini adalah penulis mengajarkan kita untuk tidak mudah menerima suatu diskriminasi. Kita harus berusaha menghilangkan diskriminasi itu dengan cara apapun. Penulis ingin kita meniru sifat Gita yang tergambar jelas di dalam cerita. Novel ini ada sekuelnya yang berjudul Zero Class: Revelation yang berisi lanjutan dari perjuangan Gita menghilangkan diskriminasi yang dialami 11 IPS 4.

0 komentar:

Post a Comment

Next Prev
▲Top▲